Bimbel & Privat Royal Education | Les Privat Bandung | Guru Privat datang ke Rumah

Bimbel Les Privat Bandung & Cimahi

Penawaran

Rabu, 27 Juni 2018

Mengenali Karakteristik dan Perbedaan Cara Mendidik Anak SD, SMP, dan SMA


Perbedaan Cara Mendidik Anak SD, SMP, dan SMA - Pendidikan merupakan suatu proses yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan serta memberikan keterampilan dan pengetahuan dasar pada setiap anak. Setiap jenjang pendidikan memiliki ruang lingkup pembelajaran dan tujuannya masing-masing yang saling mendukung satu sama lain. Artinya setiap anak harus mengikuti jenjang pendidikan secara berurutan mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Namun bagaimana cara kita mendidik anak pada jenjang-jenjang tersebut? Apakah sama? apa saja yang harus diperhatikan agar anak dapat optimal tumbuh kembangnya di setiap jenjang pendidikan tersebut. Sebelum membahas lebih lanjut, mari kita simak beberapa perbedaan karakter peserta didik antara anak sekolah SD, SMP, dan SMA.

Karakteristik Anak Usia SD
Pada anak usia SD, anak lebih senang belajar sambil bermain atau melakukan/merasakan sesuatu secara langsung bukan dengan duduk berjam-jam di kursi mereka, sehingga guru dituntut untuk lebih kreatif dengan cara merancang model pembelajaran yang bervariasi dan membuat anak senang melakukan aktifitas di sekolah. Beberapa karakter anak usia SD pada umumnya adalah sebagai berikut: (1) Senang Bermain, (2) Senang Bergerak, (3) Senang Bekerja dalam Kelompok, dan (4) Senang Melakukan Praktik secara Langsung. 

Karakteristik Anak Usia SMP
Pada anak usia SMP, anak sudah menginjak usia remaja (12-15 Tahun). Pada masa ini, anak mengalami masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Masa remaja, adalah masa-masa dimana anak mulai mencari jati diri, mereka tidak mau diperlakukan layaknya anak-anak, namun belum cukup matang dalam berpikir. Selain itu, secara fisik dan juga psikis mulai terlihat perbedaan yang signifikan.  Secara umum, karakter anak usia SMP dapat dilihat dari beberapa aspek berikut: (1) Pertumbuhan fisik, (2) Perkembangan Cara Berpikir, (3) Emosi yang Labil, (4) Perkembangan Sosial, Moral, dan Kepribadian. 

Karakteristik Anak Usia SMA
Pada anak usia SMA, anak sudah mulai mengalami kemajuan cara berpikir, membedakan mana yang baik dan benar, menentukan prioritas, dan sebagainya. Namun pencarian karakter dimulai pada masa ini. Masa SMA adalah jenjang pendidikan terakhir sebelum mereka menempuh pendidikan yang lebih tinggi atau berkarier untuk masa depan mereka. Oleh karena itu, pada masa ini perlu dikenali lebih dalam mengenai minat dan bakat anak untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan yang dimiliki agar dapat menentukan pilihan secara tepat. Berkomunikasi secara intens dan mengikutsertakan pada berbagai kegiatan merupakan salah satu cara untuk menggali potensi mereka. 

Setelah mengenali karakter anak pada setiap jenjang pendidikan, kemudian kita harus mengambil langkah dan cara yang tepat dalam mendidik mereka sesuai dengan karakter masing-masing. Berikut adalah tips yang dapat digunakan dalam mendidik karakter anak sesuai jenjang pendidikan mereka.

Pendidikan Karakter Anak Usia SD
Ilustrasi anak SD, sumber: surabaya.tribunnews.com
1. Bersyukur
Salah satu karakter yang dibutuhkan oleh anak adalah bersyukur, berterimakasih kepada Tuhan. Untuk mengajari anak cara bersyukur, banyak hal yang dapat dilakukan, salah satunya adalah sebelum tidur anak harus menceritakan kepada orangtua atau menulis dan menempelkan di dinding tentang hal-hal baik yang hari ini dia alami dan harus disyukuri. 

2. Meminta Maaf dan Berterimakasih
Karakter lain yang harus dimiliki oleh anak adalah berterimakasih jika mendapatkan sesuatu yang baik dari orang lain, dan meminta maaf jika mereka berbuat salah. Tidak sedikit orang yang sudah dewasa secara usia, namun sulit mengucapkan maaf atau berterimakasih kepada orang lain. Oleh karena itu meminta maaf dan berterimakasih harus mulai diajarkan sejak usia dini, yaitu dapat dilmulai ketika anak usia SD ataupun sebelumnya. 

3. Empati
Mengajarkan empati kepada anak merupakan sesuatu yang penting dan sebenarnya mudah untuk dilakukan. Mulailah dari lingkungan terkecil keluarga. Misalkan, apabila ayah pulang dari kantor, ajarkan anak untuk bertanya kepada ayah mengenai bagaimana hari ayah di kantor, dan buatkan minuman atau berikan kue untuk ayah sepulangnya dari bekerja. Dengan begitu anak akan terbiasa untuk berempati kepada orang lain. 


Pendidikan Karakter Anak Usia SMP
Ilustrasi Anak SMP, sumber: id.techinasia.com
1. Mengatasi Konflik
Untuk mengajarkan anak menjadi pribadi yang lebih baik, ajarkanlah cara untuk menyelesaikan konflik dengan cara yang bijaksana. Hal ini dapat diajarkan melalui contoh, apabila terjadi konflik dirumah, libatkanlah anak dalam mencari solusi. Tanyalah pendapat anak mengenai mana yang benar dan salah, dan bagaimana seharusnya anak bersikap. 

2. Optimisme
Sikap optimis dapat dilatih sejak sedini mungkin. SMP adalah masa-masa anak mulai belajar kematangan berpikir. Dengan melatih anak bersikap optimis, anak akan terbiasa mencari solusi jika terjadi kegagalan, bukan menyalahkan diri sendiri apalagi orang lain. Anak yang optimis akan melihat kegagalan sebagai sesuatu yang dapat dicari akar sebabnya dan dapat diperbaiki dan dengan harapan jangan terulang dikemudian hari, bukan sebagai suatu kejadian yang tiba-tiba terjadi dan dianggap suatu kesialan yang sifatnya permanen.

3. Belajar Sabar dan Hati-Hati
Masa SMP, adalah masa-masa anak mengalami kelabilan emosi. Seringkali anak pada usia ini mengucapkan kata-kata kasar dan emosi mereka sulit terkendali. Oleh karena itu orang tua dan guru perlu memahami dan mengajarkan kesabaran dan kehati-hatian dalam bertutur dan bersikap. Berlakukanlah award dan punishment atas setiap tindakan yang mereka lakukan.  


Pendidikan Karakter Anak Usia SMA
Ilustrasi Anak SMA, sumber: video.quipper.com
1. Pencarian Karakter
Pada masa ini, anak akan dituntut untuk menentukan masa depan mereka. Karena setelah menyelesaikan pendidikan SMA, mereka harus menentukan arah hidup mereka, apakah melanjutkan pendidikan tinggi, kerja, usaha, dan sebagainya. Oleh karena itu masa SMA merupakan masa yang tepat dalam pencarian passion sehingga mereka dapat menggapai apa yang mereka cita-citakan sesuai dengan minat dan kemampuan mereka.

2. Komunikasi Terbuka
Pada masa SMA, perlakukanlah anak sebagai teman. Jadilah teman curhat bagi mereka, dan berempati pada apa yang mereka rasakan. Sehingga anak tidak mencari pelarian ke orang lain yang mungkin tidak baik bagi mereka. Berkomunikasi terbuka adalah cara yang tepat untuk mendidik anak usia SMA, agar apa yang mereka jalani sesuai dengan keinginan mereka dan orangtua dapat memberikan saran yang tepat untuk masa depan mereka. 

3. Etika
Etika memang sebaiknya diajarkan sedini mungkin, namun masa SMA adalah masa dimana anak mulai belajar kematangan berpikir, dengan mengajarkan etika pada masa ini, diharapkan anak akan mulai mempraktekannya secara langsung terhadap lingkungan sekitar mereka. Etika dapat diajarkan kepada anak melalui cara bersikap yang benar, cara makan, cara berpakaian, cara menghormati orang tua, dan sebagainya. 


Itulah beberapa penjelasan mengenai perbedaan karakteristik anak pada setiap jenjang pendidikan yaitu SD, SMP, dan SMA beserta beberapa tips mengenai pendidikan karakter anak. Semoga bermanfaat, ya!
Pendaftaran Les Via WA atau Telp
WhatsApp Telp