fbpx
Tempat Les Calistung

Metode Belajar di Tempat Les Calistung ala Bimbel Royal Education

Les Calistung (Baca Tulis Berhitung) merupakan salah satu program yang ditawarkan oleh bimbel Royal Education yang berlokasi di Cimahi.

Les calistung, bagi anak usia dini merupakan sebuah alternatif belajar bagi anak. Program ini juga mampu membantu orang tua agar dapat membantu anaknya membaca menulis dan berhitung sebelum masuk pendidikan formal. Hal ini membuat les calistung sangat penting dan sesuai untuk anak usia dini. Terlebih lagi bagi orang tua yang sibuk bekerja dan menginginkan persiapan pendidikan terbaik untuk anaknya.

Berikut ini akan dijelaskan beberapa metode yang dapat diterapkan agar anak mudah mempelajari Calistung:

Melakukan Permainan/Games Edukatif

Puzzle untuk Les Calistung Anak
Puzzle untuk Les Calistung Anak

Anak usia dini sangat lekat dengan permainan. Permainan juga menjadi salah satu metode yang digemari dalam mengajarkan anak Calistung. Hal ini dikarenakan anak-anak akan mudah menerima dan mengerti hal baru dengan cara bermain.

Salah satu permainan yang dapat digunakan adalah puzzle huruf dan angka yang akan merangsang otak anak untuk bermain sekaligus berpikir untuk belajar membaca.

Baca Juga:  Profil Lembaga Bimbingan Belajar Royal Education

Belajar Lewat Bernyanyi

Dalam memperkenalkan hal baru, biasanya anak akan senang jika sambil bernyanyi. Oleh karena itu salah satu cara untuk memperkenalkan abjad atau angka dapat dilakukan sambil bernyanyi. Hal ini membuat anak mudah dalam menghapalkannya dan dengan cara yang menyenangkan.

Belajar lewat bernyanyi mampu mempermudah anak dalam belajar membaca dan berhitung.

Belajar Lewat Kegiatan Sehari-hari

Banyak hal sehari-hari yang dapat dilakukan sambil mengajarkan anak calistung. Sebagai contoh apabila anak sedang mandi anak dapat berhitung berapa banyak gayung air yang diperlukan untuk mandi. Gunakan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan siswa misalnya berapa banyak kucing yang ada di depan rumah. Atau juga berapa banyak motor yang lewat di depan rumah, berapa banyak permen yang dibeli di warung dan sebagainya.

Sehingga tanpa disadari, anak sedang belajar namun dengan cara yang tidak membosankan dan langsung diaplikasikan pada kegiatan sehari-hari.

Baca juga: Perlukah Les Bagi Anak SD?

Baca Juga:  15 Cara Mengajari Anak Membaca Paling Kreatif dan Edukatif

Mengikuti Pola Garis Putus-putus

Contoh Gambar Pola Garis Putus-putus
Contoh Gambar Pola Garis Putus-putus

Setelah belajar membaca dan berhitung, anak dapat mulai belajar menulis. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengikuti garis putus-putus. Cara ini cukup mudah dan cepat untuk anak dalam belajar menulis.

Garis putus-putus dapat berupa huruf atau angka sehingga anak dapat dengan mudah mengikuti pola huruf atau angka tersebut. Ini adalah langkah awal bagi anak untuk belajar menulis dengan cara mempelajari pola dan gerak tangan untuk menulis melalui garis putus-putus.

Memahami Karakter dan Minat Anak

Setiap anak memiliki karakter dan minat yang berbeda. Sebagai orang tua dan guru, kita harus memahami dulu seperti apa karakter anak, agar penyampaian materi dapat dilakukan dengan cara yang tepat.

Kenali pula suasana hati anak, jangan pernah memaksakan anak untuk belajar jika mereka sedang lelah, ngantuk, atau tidak siap menerima materi. Hal ini sangat berpengaruh terhadap daya tangkap anak dalam memahami materi yang diberikan.

Sebisa mungkin ciptakan suasana yang enjoy dan menyenangkan bagi anak, buat aktivitas semenarik mungkin. Dengan hati yang senang, maka materi belajar akan menjadi lebih mudah terserap dan anak-anak senang malakukan aktivitas belajar tersebut.

Baca Juga:  Makna Sumpah Pemuda Bagi Perjuangan Kemerdekaan

Menentukan Durasi Belajar

Anak usia dini cenderung cepat bosan dan tidak bisa memusatkan perhatiannya terlalu lama pada suatu hal. Jika anak ingin belajar calistung, perhatikan durasi belajar mereka.

Setiap anak mungkin saja berbeda, namun umumnya memiliki durasi optimal yang sama sehingga anak dapat menyerap materi belajar dengan maksimal, biasanya anak usia dini mampu memusatkan pikiran dalam waktu 15 hingga 20 menit saja.

Memberikan Pujian

Setelah anak belajar atau berhasil menyelesaikan hitungan, permainan, dsb berikanlah pujian dengan tulus. Anak akan senang dan bersemangat jika diberikan pujian atas pencapaian yang sudah diraih.

Dengan begitu diharapkan akan memacu semangat anak untuk belajar lebih giat lagi, selain itu juga dapat meningkatkan rasa percaya diri anak.

Akhirnya, kami berharap anak dapat bertumbuh dan berkembang melalui potenti Calistung yang ada pada diri masing-masing anak, sehingga dalam proses belajar di sekolah tidak menemui hambatan yang berarti. Sukses Calistung!