Zonasi SMA Cimahi
Sistem Zonasi SMA Cimahi – Beberapa waktu terakhir sistem penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dilakukan menggunakan sistem online. Dimana penerapan PPDB online ini bertujuan agar proses penerimaan peserta didik bisa berjalan dengan subjektif. Tentunya penerapan sistem online ini juga membuat para pendaftar bisa menghemat waktu maupun tenaga. Dalam sistem PPDB online tersebut juga terdapat sistem zonasi SMA yang diberlakukan di berbagai daerah termasuk di Cimahi. 
Sebetulnya penggunaan sistem zonasi SMA Cimahi bertujuan untuk pemerataan pendidikan di Indonesia. Selain itu tujuan lain dari sistem zonasi ini yaitu agar sekolah bisa menerima calon siswa yang tempat tinggalnya tidak jauh dari lokasi sekolah tersebut sesuai yang tertera pada Kartu Keluarga. Tentunya sistem zonasi ini menimbulkan pro dan kontra dari berbagai kalangan yang merasa diuntungkan atau bahkan dirugikan. Sebetulnya sistem zonasi SMA Cimahi dibuat dengan pertimbangan yang matang untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Cimahi. 
Zonasi sendiri berasal dari kata zona yang berarti wilayah. Dimana melalui sistem zonasi ini sekolah berkewjiban untuk menerima calon peserta didik yang bertempat tinggal di radius terdekat dari seolah tersebut. Setidaknya 90% dari total keseluruhan daya tampung peserta didik yang diterima melalui sistem zonasi tersebut. Selain itu sistem zonasi ini dianggap menguntungkan karena sekitar 90% calon siswa akan diterima berapapun nilainya. Tetapi tentu saja nilai tersebut akan diseleksi dan dipilih yang paling bagus. 
Setelah sekilas memahami tentang sistem zonasi SMA selanjutnya perlu diketahui juga tentang cara menghitung zonasi SMA tersebut. Dalam hal ini PPDBN online SMA jalur NHUN akan didasarkan pada kuota daya tampung serta bobot jarak skor serta bobot skor NUN. Untuk siswa dari kawasan Cimahi akan diberika kuota sebesar 40% lalu untuk luar kota Cimahi sebesar 5% melalui jalur SHUN. Sedangkan skor berdasarkan jarak dari rumah ke sekolah yaitu 30% dan bobot skor sesuai NUN yaitu 70%. 
Bila dirumuskan dalam perhitungan maka Nilai Bobot Skor SMA bisa hitung dengan cara sebagai berikut. 
(Skor jarak x bobot) + (Jumlah NUN x Bobot) = Nilai Akhir Passing Grade

Bobot Skor Jarak = 30% 

Bobot Skor NUN = 70%

Selanjutnya hasil skor perhitungan di atas akan dibuat peringkat sehingga bagi calon siswa yang nilainya memenuhi dan masuk peringkatan maka besar kemungkinan akan diterima di sekolah yang dipilih. Bila calon siswa tidak lolos pada sekolah pilihan pertama maka sistem akan melakukan seleksi pada pilihan kedua. Demikian artikel mengenai sistem zonasi untuk SMA di wilayah kota cimahi, semoga bermanfaat dan anda menggapai cita-cita anda dengan baik.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *