fbpx
Cara Membuat Daftar Pustaka

Panduan Cara Menulis Daftar Pustaka Dari Buku, Jurnal Maupun Internet

Ketika menulis sebuah karya ilmiah, tata cara menulis daftar pustaka wajib diperhatikan. Di mana pengertian daftar pustaka itu sendiri merupakan sekumpulan referensi yang dirujuk untuk menyusun suatu karya ilmiah maupun tulisan. Dengan arti lain, sumber referensi tersebut adalah daftar dari buku-buku yang digunakan dalam karya ilmiah itu. Kemudian, diletakkan di halaman paling akhir.

Sebuah karya ilmiah wajib untuk menyajikan tulisan yang berasal dari sumber yang benar. Karena itulah, penulis arus menyantumkan daftar buku-buku atau sumber lainnya yang digunakan dalam menyusun karya ilmiah tersebut.

Tujuan Dari Penulisan Daftar Pustaka

Tujuan Dari Penulisan Daftar Pustaka

Dalam penulisan sumber pustaka ini pun tak lepas dari beberapa tujuan, khususnya untuk menguatkan karya ilmiah yang dibuat. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa tujuan dari menuliskan daftar pustaka:

  • Menghindari adanya tuduhan plagiat atau penjiplakan sebuah tulisan ataupun karya lainnya. Dengan menyantumkan sumber referensi, maka risiko tersebut bisa diminimalisir.
  • Menghargai para penulis buku tersebut, yang telah berjasa memberikan sumber acuan dalam menulis karya ilmiah. Di sini, secara langsung kita mengakui bahwa kutipan maupun ide yang berada di dalam karya ilmiah itu adalah hasil dari pemikiran orang lain.
  • Membantu para pembaca agar bisa mengetahui setiap sumber kutipan yang dituliskan di karya ilmiah itu. Sebab, tak jarang ada pembaca yang ingin mencari tahu informasi lebih lanjut mengenai sumber bacaan yang ia baca.
  • Sebagai media untuk daftar rujukan para penulis yang lain, bilamana nantinya ingin mempelajari sumber tersebut lebih jauh lagi.
  • Merupakan sumber informasi atau acuan pada penyusunan tulisan/karya ilmiah. Sebab sebagian besar karya ilmiah membutuhkan acuan sebagai penguat dari laporan tersebut.
  • Ketika karya ilmiah yang disusun ada daftar pustakanya, maka bisa memberikan kepercayaan terhadap pembaca mengenai daftar pustaka yang digunakan.
  • Karya ilmiah dengan daftar pustaka akan lebih dipercaya akan informasinya karena ada acuannya. Dengan begitu bisa mempengaruhi kepercayaan pembaca atas karya ilmiah yang kamu buat.

Lalu, bagaimanakah cara menulis daftar pustaka di sebuah karya ilmiah itu? Apa saja yang harus dituliskan di sana?

Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Menulis Daftar Pustaka

Menulis daftar pustaka tidak boleh asal, ada tiga hal yang harus diperhatikan. Berikut selengkapnya:

  1. Daftar pustaka wajib ditulis berdasar urutan abjad nama belakang dari sang penulis buku tersebut. Jadi, bukan nama awal dari sang penulis, melainkan nama belakang.
  2. Daftar pustaka yang mempunyai penulis yang sama, harus sama-sama ditulis tapi diurutkan dengan tanggal publikasi yang paling awal. Jadi tidak boleh asal tulis semuanya saja, melainkan yang lebih awal diterbitkan maka yang pertama ditulis.
  3. Elemen dalam penulisan referensi ini terdiri dari nama penulis, tahun terbit, judul buku/karya ilmiah, tempat terbit dan nama penerbitnya.

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun sumber pustaka. Namun, karena referensi yang digunakan tidak selalu berupa buku, tapi bisa juga dari website, jurnal, surat kabar dan lainnya, maka beda pula formatnya.

Baca Juga:  Cara Menulis Daftar Pustaka untuk Jurnal

Cara Menulis Daftar Pustaka Dari Sumber Buku

Daftar Pustaka Dari Sumber Buku

Terdapat beberapa prosedur yang harus diikuti dalam menulis sumber referensi. Berikut adalah tata cara kepenulisan sumber pustaka dari buku, yang mencakup:

Nama Penulis

Aturan menulis nama pengarang/penulis buku adalah nama belakang terlebih dulu, kemudian koma dan barulah nama depannya. Kalau ternyata sang pengarang memiliki gelar, maka gelar-gelar tersebut tak perlu dituliskan di sana. Sebagai contohnya adalah Dewi Fitria S.Hum. maka cukup ditulis saja dengan format:

Fitria, Dewi.

Sementara, jika ada lebih dari satu penulis yang ada, maka cukup nama pengarang pertama saja yang dibalik. Lainnya tidak perlu dibalik dan jangan lupa tambahkan kata penghubung “dan”. Misalkan saja penulis bukunya Dewi Fitria S.Hum dan Dewantara Aji. Maka penulisannya adalah:

Fitria, Dewi dan Dewantara Aji.

Perlu diingat bahwa kepenulisan nama pengarang pada daftar pustaka ada batasnya. Maksimal tiga nama penulis. Jika ada buku dengan pengarang lebih dari tiga, maka cukup ditambahkan saja kata “dkk” yang artinya adalah “dan kawan-kawan. contohnya adalah:

Fitria, Dewi dkk.

Tahun Terbit

Setelah penulisan nama pengarang, selanjutnya adalah tahun terbit dari buku yang kamu jadikan acuan itu. Namun penempatan tahunnya dibuka dan ditutup dengan tanda kurung. Contohnya:

Fitria, Dewi. (2001).

Judul Buku

Selanjutnya yang harus ditulis ada judul buku tersebut. Akan tetapi, penulisannya menggunakan tulisan miring atau format “italic”. Contohnya:

Fitria, Dewi. (2001). Mengejar Cita-Cita Setinggi Langit.

Tempat Terbit

Setelah judul buku, maka selanjutnya dituliskan kota atau nama tempat penerbitan dari buku tersebut. Kemudian, diikuti dengan tanda titik dua (:). Contohnya:

Fitria, Dewi. (2001). Mengejar Cita-Cita Setinggi Langit. Jakarta:

Nama Penerbit

Susunan kata yang terakhir adalah nama penerbit dari buku tersebut. Contohnya begini:

Fitria, Dewi. (2001). Mengejar Cita-Cita Setinggi Langit. Jakarta: Mahardika.

Itulah tata cara penulisan sumber referensi atau daftar pustaka dalam karya ilmiah yang bersumber dari buku. Namun, ada pula beberapa kondisi yang mungkin ditemui dalam kepenulisannya, sehingga ada sedikit perubahan. seperti misalnya:

Kondisi-Kondisi Tertentu dalam Menulis Sumber Referensi

  • Jika terdapat angka dalam nama penulis, maka angka tersebut tetap ikut ditulis setelah nama pengarang itu sendiri dan ditambahkan koma. Contohnya: Fitria, Dewi., Iii (2001). Mengejar Cita-Cita Setinggi Langit. Jakarta: Mahardika.
  • Jika buku tersebut tidak ada nama penulisnya, maka cukup dituliskan judul buku, tahun penerbitan dan tempat terbitnya saja. Contoh: Mengejar Cita-Cita Setinggi Langit.
  • Jika daftar pustaka tersebut bersumber dari banyak buku tapi penulisnya sama. Maka penulisannya harus berurutan, sesuai dengan tahun terbit yang paling awal. Contoh:
  • Fitria, Dewi. (2001). Mengejar Cita-Cita Setinggi Langit. Jakarta: Mahardika.
  • Fitria, Dewi. (2007). Mengejar Mimpi Di Negeri Eropa. Jakarta: Mahardika.
  • Jika buku tersebut ditulis oleh sebuah institusi atau organisasi. Maka, penulisannya adalah nama organisasi, tahun terbit, judulnya buku, tempat penerbitan dan nama organisasi yang bertanggung jawab. Contohnya: media sehat grup. (2020). Pentingnya Menjaga Kesehatan Di Masa Kini. Surabaya: Media Sehat Grup.
  • Jika daftar pustaka itu dari buku edisi, maka penulisannya yang urut dimulai dari nama penulis, tahun penerbitan, judul buku (edisi ke berapa), tempat penerbitan dan penerbitnya. Contoh : Fitria, Dewi. (2012). How To Study English Language (Edisi Pertama). Jakarta: Mahardika.

Kondisi-Kondisi Lainnya dalam Membuat Daftar Pustaka

  • Jika buku tersebut merupakan buku yang diedit oleh editor, maka tata cara penulisan sumber referensinya dimulai dari nama editor, tahun terbit, judul buku, tempat terbitnya, penerbit. Contohnya: Helman, Yahya. (1999). Cara Menanam Cabai Agar Cepat Panen: Bandung, Megantara.
  • Jika daftar pustaka yang diambil dari buku berseri, maka cukup ditulis dengan urutan nama belakang penulis, inisial, tahun terbit, judul buku, nama seri, tempat publikasi dan penerbit. Contohnya: Friedman, R. & Raymond, R. (Eds). (1999). How To Study Well. Series In Language. Washington: American Division.
  • Jika daftar pustaka yang diambil dari ebook, dan hanya bisa diakses secara daring atau pakai ebook itu sendiri, cukup dengan menuliskan nama belakang penulis, inisial, tahun terbit, judul buku, tempat terbit, penerbit. Di lanjut dengan kalimat “tersedia dari nama url”. Contohnya penulisannya: hilman, s. (2006). Belajar Bercocok Tanam (Edisi Pertama). Jakarta: Megantara. Tersedia dari link.media.belajar.bersama. Tapi jika nama link itu hanya mengarahkan pembaca tentang cara mengakses nama buku itu, bukan membukanya secara daring, maka kamu tuliskan dengan kata “tersedia dalam”.
  • Jika buku yang dijadikan referensi itu merupakan buku terjemahan, maka penulisannya dimulai dari nama pengarang yang asli, tahun terbit, judul buku dan inisial dari penerjemah dilanjut nama penerjemah, tempat terbit dan nama penerbitnya. Sebagai contohnya adalah: Setiana, Hilda. (2014). Belajar Bahasa Jepang Dari Nol. (S. Harinti, Terjemahan). Bandung: Megantara.
Baca Juga:  Cara Menulis Daftar Pustaka untuk Jurnal

Demikianlah serangkaian urut-urutan cara menulis daftar pustaka yang menggunakan sumber dari buku. Selanjutnya ada juga perbedaan penulisan referensi yang diperoleh dari sumber lainnya.

Cara Membuat Daftar Pustaka Dari Artikel Koran, Artikel Jurnal Maupun Majalah

Daftar Pustaka Dari Artikel Koran, Artikel Jurnal Maupun Majalah

Tak jarang dalam membuat karya ilmiah turut menggunakan sumber dari majalah, artikel jurnal hingga artikel koran. Kendati demikian, tata cara penulisan sumber pustakanya tidak jauh beda dengan cara yang sebelumnya yakni dari sumber buku. Biar lebih jelas, simak berikut!

Di sini, ketika menuliskan daftar pustaka dari artikel jurnal, maka tata urutannya dimulai dari nama belakang penulis dan inisialnya, nama jurnal yang ditulis dengan format miring, volume jurnal juga ditulis pakai format italic (issue atau nomor), halaman. Contohnya adalah Hilman, S. (2015). Popularitas Grop Band Tengah Naik Daun: Jurnal Nomor Satu, 10-23.

Jurnal yang terdiri dari 2 penulis

Kalau memakai referensi jurnal yang terdiri dari dua penulis, tetap menulis kedua namanya tapi menggunakan nama belakang dulu dan diikuti dengan inisial. Contoh cara menulis daftar pustaka pada jurnal dengan penulis terdiri dari 2 orang : Hilman, S. & Setiawan, R. (2015). Popularitas Grop Band Tengah Naik Daun: Jurnal Nomor Satu, 10-23.

Jurnal yang terdiri dari lebih dari 6 penulis

Jika ternyata jurnal tersebut ditulis oleh lebih dari 6 orang, maka cukup tuliskan nama penulis yang pertama dan dilanjut dengan kata “dkk”. Contohnya: Hilman, Dkk. (2015). Popularitas Grop Band Tengah Naik Daun: Jurnal Nomor Satu, 10-23.

Jurnal yang berasal dari sebuah Universitas

Kalau artikel tersebut adalah jurnal dari sebuah universitas, perlu ditambahkan tanggal diaksesnya dan nama dari universitas tersebut. Contohnya: Hilman, S. (2015). Popularitas Grop Band Tengah Naik Daun: Jurnal Nomor Satu, 10-23. Diakses 23 Mei 2017, Dari Universitas Media.

Penulisan Sumber Referensi dari Tabloid

Sementara, jika pengambilan referensinya itu dari tabloid atau artikel koran, maka penulisannya bisa dimulai dari nama belakang penulis dan inisialnya, tahun publikasi, judul tapi penulisannya secara miring/italic, tempat terbit dan penerbitnya. Contoh dari koran sebagai berikut: Herry, S. (2002, Mei 5). Pengirim Surat Rahasia. Megantara Mail, 10-13.

Referensi dari Koran Elektronik

Kalau mengutip dari koran elektronik, sertakan “diakses dari” dan cantumkan link yang diakses. Contohnya: Herry, S. (2002, Mei 5). Pengirim Surat Rahasia. Megantara Mail. Diakses dari http://www.news.pengirimsurat rahasia/bla.bla.

Cara Membuat Daftar Pustaka Dari Tesis Maupun Karya Ilmiah Lain

Daftar Pustaka Dari Tesis Maupun Karya Ilmiah Lain

Apakah kamu tengah menulis karya ilmiah dan mengambil acuan dari laporan ilmiah yang lain? Bisa saja memang dan itu nantinya juga harus dimasukkan ke halaman daftar pustaka. Adapun untuk urutan penulisannya adalah nama belakang dan juga inisial penulis, tahun pembuatan karya ilmiah itu, judul yang ditulis dengan format miring, (award, institusi dan tahun).

Baca juga: Bimbel Online, Solusi Belajar Masa Kini

Sertakan “diakses dari” dan lanjutkan dengan alamat url yang diakses. Contohnya: Herry, S. (2005). Penelitian Mengenai Hasil Belajar Bahasa Inggris Speaking Untuk Anak Smp N 1 Dirgantara. (Disertasi Doktoral, Universitas Digantara, 2004). Diakses dari http://penelitianmengenaihasilbelajarbahasainggrisspeakinguntukanaksmp n1dirgantara/bla.bla.

Baca Juga:  Cara Menulis Daftar Pustaka untuk Jurnal

Cara Menuliskan Daftar Pustaka Dari Sumber Website Atau Internet

Daftar Pustaka Dari Sumber Website Atau Internet

Ada juga sumber referensi yang diambil dari internet, dan tetap harus dimasukkan ke halaman daftar pustaka. Adapun untuk penulisannya adalah nama halaman, tahun halaman dibuat ataupun direvisi, judul halaman ditulis dengan format miring, tanggal diakses yang ditulis secara lengkap. Contohnya berikut: Meiyana, S. (2010). Kesehatan Dan Keselamatan Kerja. Diakses Pada 5 Februari 2017, dari http://www.kesehatandankeselamatankerjablablan.html.

Daftar Pustaka yang tidak ada nama penulis tetapi ada nama institusinya

Kalau ada nama institusinya sebagai penulis, maka penulisannya berubah jadi: Forum Kesehatan Kita. (2010). Kesehatan Dan Keselamatan Kerja. Diakses pada 5 Februari 2017, dari http://www.kesehatandankeselamatankerjablablan.html.

Penulisan daftar pustaka pada portal yang tidak terdapat nama penulis ataupun organisasinya.

Sementara, jika halaman website tersebut tidak ada nama penulis ataupun organisasinya, penulisan daftar pustaka cukup judul dan diikuti tanggal halaman dibuatnya website tersebut. Contohnya: Kesehatan Dan Keselamatan Kerja. (2010). Diakses Pada 5 Februari 2017, dari http://www.kesehatandankeselamatankerjablablan.html.

Penulisan daftar pustaka dengan sumber podcast dan sejenisnya

Ada juga referensi dari media lain seperti podcast misalnya. Maka penulisan dari sumber referensinya juga berubah yakni dari penulis, tahun, bulan, hari, judul, tipe media, tanggal akses, tahun dan alamat websitenya. Contohnya adalah Meisa, M. (Produser) & Amelia, H. (Presenter). (2006, November, 7). Mencegah Penyakit Stroke Dari Hal Kecil. [Podcast Radio Program]. Jakarta: Zxc Radio. Diakses Pada 1 Mei 2020, Dari Http:Www.Zxcradio.com

Cara Menuliskan Daftar Pustaka Sumber Dari Hasil Wawancara

Daftar Pustaka Sumber Dari Hasil Wawancara

Pada saat kamu menggunakan hasil wawancara untuk referensi karya ilmiah yang akan kamu buat, maka penulisan referensinya di catatan kaki. Jangan lupa untuk menuliskan nama pihak pewawancaranya ya. Tapi kalau kamu sendiri sebagai pewawancaranya, maka tulis saja dengan nama “oleh penulis”. Contohnya adalah Meisa Meria, diwawancarai oleh Jensen Alsia, September 2010, Belajar Kelompok, Megantara. Jakarta.

Demikianlah beberapa cara dan contoh penulisan daftar pustaka dalam berbagai versi. Beda sumber beda pula penulisannya ya. Sekalipun perbedaannya hanya kecil, tapi kalau tidak sesuai maka penulisannya kurang tepat. Bahkan besar kemungkinan kamu harus merevisi bagian daftar pustaka untuk karya ilmiahmu. Karena itu, penulisan sumber referensi harus hati-hati ya. Sangat penting dan tidak boleh dianggap remeh, sekalipun posisinya di halaman akhir.

Format Penulisan Daftar Pustaka

Format Penulisan Daftar Pustaka

Di samping tata cara penulisan sumber referensi, ada dua jenis format yang biasa digunakan, yakni:

  1. Pertama format APA (American Psychological Association), yang merupakan gaya penulisan sumber referensi yang umum dipakai untuk bidang geografi, hukum, ekonomi dan sejenisnya.
  2. Sementara, format MLA biasa dipakai dalam bidang seni sastra, ilmu sosial dasar, ilmu budaya dasar, kewarganegaraan, theologi dan bahasa.

Format tersebut biasanya menjadi sumber acuan dalam menyusun daftar pustaka. Sekarang, kamu sudah tahu kan, bagaimana membuat penulisan daftar pustaka? Selanjutnya tinggal diterapkan saja untuk penulisan di komputer maupun tulis tangan ya. Biasanya, penulisan via komputer ada pilihan mode otomatis dan ada pula yang manual.

Jadi mulai sekarang, jangan lupa untuk menyantumkan sumber referensi untuk tulisan atau karya ilmiah milikmu ya. Tentunya sesuai dengan cara menulis daftar pustaka seperti di atas. Ada aturan dan beberapa hal yang harus diperhatikan. Di mana penulisan daftar pustaka yang benar tak lepas dari urutan posisi, format huruf dan juga lain-lainnya.

Kata Kunci Pencarian:

  • Video Bokeh Mp3
  • Cara Membuat Daftar Pustaka Yang Baik Dan Benar
  • Cara Membuat Daftar Pustaka
  • Bahan Pangan
  • Bagaimana Cara Menulis Daftar Pustaka
  • Arus Listrik
  • Apa Yang Dimaksud Dengan Teks Eksposisi
  • Apa Itu Daftar Pustaka
  • Analisis Adalah
  • Yang Termasuk Karya Seni Rupa Murni Adalah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *