fbpx
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) SMA Bukan Pengganti UN
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) SMA Bukan Pengganti UN

Contoh Soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) SMA Bukan Pengganti UN 2021

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) SMA Bukan Pengganti UN
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) SMA Bukan Pengganti UN

Saat ini sudah ada informasi terbaru kalau Ujian Nasional akan diganti Asesmen Nasional pada tahun 2021. Dalam hal ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Makarim telah melakukan perubahan dasar untuk mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berdasarkan input, proses, dan hasil pencapaian peserta didik. Apakah soal AKM menjadi pengganti UN, seperti apakah AKM itu sendiri?


Dalam hal ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hanya ingin pendidikan kembali ke jalan yang lurus. Atas informasi ini banyak sekali suara bising yang tidak tahu apa-apa hanya berbicara omong kosong untuk menghilangkan subtansi.


Keputusan Kemendikbud Nadiem ini demi mewujudkan impian semua guru dalam mengusung kebijakan pendidikan. Jadi kewenangan penilaian pendidikan dikembalikan kepada guru. Tanpa disadari selama ini kewenangan penilaian telah dirampas oleh negara.


Memang dalam hal ini guru memang terlalu baik sehingga tidak repot-repot untuk melakukan demo dan harus meninggalkan muridnya di sekolah. Hanya guru yang tahu perkembangan semua muridnya di sekolah dan negara pun tidak tahu akan hal tersebut.


Keberadaan Ujian Nasional ini hanyalah membuat semua guru pasrah. Negara tidak peduli terhadap guru dan peserta didik menjadi korbannya. Sebenarnya hanya guru hebat yang mampu menghadirkan murid yang cerdas.


Keberadaan Ujian Nasional tidak memberi manfaat justru menimbulkan tekanan yang hebat. Tekanan ini dirasakan oleh kepala sekolah, guru, orang tua, dinas pendidikan, dan siswa. Dalam hal ini para peserta didik seakan dihukung atas semua kesalahan. Semua itu tidak dimbangi dengan perpustakaan yang berkualitas dan gedung sekolah yang hampir roboh tergerus zaman dan tanpa perbaikan.


Banyak yang menyebutkan dengan adanya AKM ini bisa menggantikan keberadaan Ujian Nasional. Kepanjangan AKM yaitu Asesmen Kompetisi Minimum. AKM ini merupakan gebrakan baru dari Nadiem Makarim pada program Merdeka Belajar.

Baca Juga:  Ini Dia Perbedaan Cara Belajar Zaman Dulu dan Sekarang

AKM Kemendikbud dijadikan sebagai penilaian yang komprehensif dalam mengukur kemampuan minimal peserta didik. Jadi AKM ini berisi berbagai soal tes kemampuan literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. Sehingga Soal AKM ini sangat berbeda sekali dengan Soal Ujian Nasional. Nah, dengan demikian para peserta didik dan guru bisa menyiapkan diri secara maksimal.


Salah satu contoh soal numerasi di Soal AKM ini tidak lagi mengenai rumus dan angka. Lebih mengarah pada penalaran matematika. Simulasi AKM ini lebih mengarah pada pemahaman konsep, aplikasi konsep, dan penalaran konsep. Sementara untuk literasi ini lebih mengarah pada mencari informasi, memahami teks, evaluasi, dan refleksi teks.


Perbedaan Asesmen Kompetensi Minimum dan Ujian Nasional


Asesmen Nasional ini merupakan program penilaian terhadap kualitas sekolah mulai dari SD, SMP, dan SMA. Kualitas mutu pendidikan dinilai berdasarkan kemampuan dasar literasi, numerasi, dan karakter. Sebelum membahas lebih jauh, akan lebih baiknya anda mengetahui apa saja perbedaan dari Soal AKM dan Soal UN. Penasaran? Selengkapnya bisa simak penjelasan berikut ini:


a. Jenjang penilaian UN : SMP/MTS, SMA/MA/ dan SMK
Jenjang penilain AKM : SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/ dan SMK
b. Level peserta didik UN : Untuk tingkatan akhir
Level peserta didik AKM : Kelas V,VII, dan XI
c. Subjek murid UN : Sensus seluruh peserta didik
Subjek AKM : Sensus sekolah dengan sampel murid
d. Model Soal UN: Pilihan ganda, isian singkat
Model Soal AKM : PG, PGK, menjodohkan, isian singkat, dan uraian
e. Pelaksanaan UN : Semi Online
Pelaksanaan AKM : Full online, semi online, dan offline untuk sekolah tertentu
f. Metode penilaian UN : CBT (Computer Based Test)
Metode penilaian AKM : MSAT (Computerizet MultiStage Adaptive Testing)

Baca Juga:  Bocoran Soal Latihan Tes Calon Peserta PPG 2021

Mengingat tahun 2021 menjadi tahun pertama maka untuk masa percobaan akan dilakukan pada murid kelas V, VII, dan kelas XI. Lantas mengapa harus kelas tersebut? Hal ini dilakukan agar para peserta didik bisa merasakan dan melakukan perbaikan belajar. Selain itu tes ini dilakukan untuk melihat dampak yang dihasilkan dari pembelajaran ini di satuan pendidikan.


Tujuan Adanya Asesmen Kompetensi Minimum


AKM Kemdikbud ini memang dikeluarkan untuk mengganti sistem UN yang akan dilaksanakan pada tahun 2021. Semua persiapan sudah dilakukan secara matang salah satunya dengan sosialisasi panduan penggunaan AKM dan Suervei Karakter pada semua guru. Hal ini sangat penting demi membantu semua siswa dan guru dalam memahami AKM.
Tujuan utama adanya AKM ini bisa membuat guru tidak merasa terbebani akan adanya UN dalam penentuan kelulusan. Sehingga dengan adanya AKM SMA akan membuat guru lebih fokus membekali para peserta didik dalam kemampuan numerasi, karakter, dan literasi.


Soal AKM SMA ini sangat penting agar para peserta didik lebih tahu akan kemampuannya sendiri tanpa ada beban dan ketakutan. Jadi AKM ini dihajadik sebagai ukuran kamampuan minimal siswa. Jadi materi yang akan dinilai ini yaitu numerasi dan literasi.


Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan mengenai beberapa tujuan AKM yang nantinya bisa digunakan untuk AKM SMP dan AKM SD. Selengkapnya bisa bisa simak penjelasan berikut ini:

AKM sebagai kompetensi minimum bisa digunakan untuk memetakan sekolah dan daerah berdasarkan kompetensi minimum. Hal inilah yang membuat semua peserta didik bisa belajar materi apa saja. Nah, dengan demikian melalui AKM guru akan tahu seberapa kemampuan siswa dalam memahami materi.

Baca Juga:  Ciri-Ciri Guru Les Privat Profesional dan Berkualitas yang dapat Membantu Anak Berkembang di Wilayah Bandung


Asesmen memiliki tujuan untuk mengukur kompetensi siswa dalam bernalar atau berpikir saat membaca teks atau Literasi. Siswa akan menghadapai berbagai soal yang membutuhkan ilmu matematikan atau numerasi. Sehingga literasi ini merupakan kemampuan siswa dalam bernalar menggunakan bahasa dan numerasi ini merupakan kemampuan siswa dalam bernalar dengan matematika.


Nah, dengan demikian para peserta didik akan memiliki kemampuan dalam menganalisis sebuah persoalan atau materi pembelajaran. AKM disebut minimum karena tidak mengacu pada semua kurikulum.

Contoh Soal AKM dan Pembahasannya untuk SMA


AKM untuk SMA dan SMK nantinya akan ada 36 soal numerasi dan 36 soal literasi. Tentunya tipe soal ini sangat berbeda dengan soal Ujian Nasional. Dalam soal AKM Literasi, teks ada dua yaitu teks sastra dan teks informasi. Ada dua hal yang diperlukan untuk menjawab AKM yaitu:

 

  1. Memiliki kemampuan untuk menguasai berbagai materi pembelajaran. Sehingga AKM ini digunakan untuk semua jurusan baik IPA, IPS, Bahasa, dan Kejuruan.
  2. Lebih paham mengenai literasi sehingga paserta didik mampu menjawab semua masalah dalam kehidupan. Sehingga dengan demikian para peserta didik memiliki kemampuan untuk berpikir lebih baik. Sehingga AKM tidak lagi menjadi beban untuk mendapatkan nilai baik, namun tidak mengerti ilmu apa yang didapatkan.

Demikianlah penjelasan mengenai AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) sebagai pengganti UN (Ujian Nasional). AKM ini akan dilaksanakan pada tahun 2021 dengan segala persiapan yang sudah matang. Metode ini digunakan untuk mengetahui proses dan hasil belajar para peserta didik mulai dari SD, SMP, dan SMA. Semoga penjelasan ini bermanfaat untuk anda.

Kata Kunci Pencarian:

  • contoh soal asesmen